Mohon Maaf!

Mohon maaf kawan, blog ini semakin gak keurus....

Mungkin nanti bila memungkin lagi, saya akan urus lagi blog ini...

Regards,
Abu Fatihamas

Sampul Novel "Kutunggu Kau di Mal"

Beberapa waktu lalu, dapet kerjaan untuk re-desain buku yang mau dicetak ulang.
Sebuah postingan singkat, juga untuk menambah referensi portofolio ini saya suguhkan...


Sebelum:


Sesudah:
Selamat mengomentari!

***

Btw, kemaren juga dapet oleh-oleh ewet dari buwel:


Thank's to buwel, untuk ewetnya...

***

Oia, yang terakhir.

Berhubung, ada beberapa blogger yang memberikan apresiasinya untuk desain banner gratis. Saya bermaksud mensurvey dulu, sejauh mana sih animo blogger pengunjung setia blog ini untuk program yang akan saya gelontorkan berikut:

"Desain Banner Gratis untuk Blogger"

Oke, silakan beri komentarnya, serta berpartisipasi pada polling yang saya buka sampe pertengahan bulan Juli ini.

regards,
abu fatihamas

Bayar Utang

Bersama dengan diterbitkannya postingan ini, saya nyatakan saya membayar utang saya kepada buwel.


Silakan diambil hadiahnya.

buwel cikrik de kick


Dan untuk selanjutnya saya akan menghilang lagi. So, jangan ditunggu-tunggu, ntar juga ngongol lagi kok! :)

Menuslilah Sesuautu

lelaki aneh: masih sibuk aja. tar cepet kaya loh. refresing lah. menuslilah sesuautu

Prof.: Selamat sore BRo....menatap PERHATIAN dengan penuh keseriusan...kemon Bro....!!! di tunggu rangkaian kata2nya.....


Dua pesan di atas adalah bunyi pada shoutbox blog saya yang saya baca ketika mengetik postingan ini, yang cukup memberikan energi dan semangat untuk kembali posting, setelah jum'at kemarin (8/5) gagal mengorbitkan postingan serupa, gara-gara mati listrik. 

Rutinitas yang menyita waktu, sembari di luar pintu diguyur hujan dan gemericik kilatan petir yang konsisten menyiram tanah berbukit ke seluruh pelosok Bogor beberapa pekan terakhir. Yang konon langsung dikirim ke dataran rendah di Jakarta yang menyebabkan beberapa daerahnya terendam.

Setelah satu kerjaan selesai, disusul dua kerjaan lain yang antri di meja redaksi. Yang jelas bikin semakin panjang antrian naskah yang harus diolah menjadi sebuah buku, tanpa kurang suatu apa pun.

Suatu kesimpulan, 4 : 10, bahkan lebih, jelas tak seimbang. Harus ditambah tenaga ekstra biar gak terus keteteran. Tapi, si tuan besar bengong aja tanpa solusi. *Curhat mode: on/off ;p*

***

Dan ternyata peraih kenang-kenangan berupa banner keren seperti yang pernah saya janjikan, adalahhh...

Tuaaaaan buwel. Yang sampai postingan ini saya olah, sudah mencatatkan 4 kali komen di postingan yang sama. (udah niat kali yak?!)

Silakan diklaim dengan menyebutkan:
  • Ukuran banner (yang diinginkan): dalam piksel
  • Isi tulisan:
  • Gambar: (kalo bisa, udah ada gambarnya)
  • Warna dominan: (contoh: coklatkah seperti warna dominan blog kamu?)
Ket: saya menggunakan data tanggal 11 Mei 2009, dan seharusnya tulisan ini saya posting kemarin (11/5), berhubung kemarin sambungan internet mendadak dangdut putus. Baru hari ini (12/5) tulisan ini bisa diposting.

***

ps: sebelum saya posting tulisan berikutnya, apa ada yang merasa keberatan jika banner di bawah ini saya pajang sebagai iklan di blog saya nantinya? 


Perhatian!

Bukannya males, juga bukan lagi bete.

Tapi...., klik di sini

Ya, kalo mau sedekah traffic sih gak papa. Saya terima. 
Ikhlas bagi anda, berkah untuk saya. (mode pengamen bus patas AC: ON!) 

Tapi seperti biasa, untuk komentator pertamax saya berikan kenang-kenangan berupa desain banner gratis.

Dah dulu ah, back to work maning...

Kerja, kerja, kerja!!!